Pelet kayu atau biasa disebut dengan wood pellet, mungkin sudah tidak asing bagi sebagian masyarakat. Tetapi, belum semuanya mengerti apa itu wood pellet dan keunggulannya. Wood pellet memiliki banyak keunggulan, khususnya sangat bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, wood pellet juga berpeluang menjadi bisnis. Oleh karena itu, banyak industri dan perusahaan yang menjadikan wood pellet ladang cuan.
Yuk langsung saja kita bahas pengertian, keunggulan, hingga peluang bisnis pelet kayu pemanfaatan biomassa!
Apa Itu Pelet Kayu?
Wood pellet termasuk ke salah satu alternatif energi terbarukan dalam pemanfaatan biomassa. Pelet ini menjadi pilihan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan daripada bahan bakar dari fosil.
Wood pellet bisa disebut sebagai carbon neutral karena tidak menambah emisi gas CO2 (karbon dioksida) ke atmosfer. Bahan baku yang digunakan untuk membuat pelet ini berasal dari pepohonan yang sudah menyerap banyak karbon dioksida daripada membuangnya. Oleh karena itu, emisi CO2 dari pelet ini lebih renda daripada gas.
Serbuk kayu yang berasal dari limbah-limbah pepohonan merupakan bahan baku dari wood pellet. Proses pembuatannya sebagai bahan biomassa tanaman melalui pengempaan dengan tekanan dan panas. Bentuknya silindris seperti briket kayu namun ukuran dan bahan perekatnya berbeda. Ukuran pelet berdiameter 6-10 mm dan panjang 1-3 cm dengan kepadatan rata-rata 650 kg/m2 atau 1,5 m3/ton.
Karakteristik yang dimiliki oleh wood pellet mirip dengan kayu bakar, yaitu saat tidak dipakai bisa dipadamkan dan dihidupkan kembali saat diperlukan. Meskipun sifatnya mirip, kandungan kalori pada pelet ini setingkat dengan batu kara karena melewati proses pengeringan untuk menghilangkan kadar air dalam bahan kayunya.
Masyarakat di Eropa dan Amerika banyak yang menggunakan wood pellet sebagai sumber energi untuk penghangat ruangan ketika musim dingin dan energi penghasil listrik (carbon for electricity). Selain itu, mereka juga memanfaatkan pelet tersebut sebagai sumber energi dalam berumah tangga, yakni untuk keperluan memasak. Rasio panas yang dihasilkan dari pelet ini relatif tinggi. Output dan input-nya 19 : 1 hingga 20 : 1 dan energi sekitar 4,7 kWh/kg.
Berbagai manfaat pelet kayu yang tidak disebutkan, bisa kamu baca lewat artikel Manfaat Pelet Kayu dan Cara Membuatnya agar menjawab rasa ingin tahumu!
Keunggulan Pelet Kayu
Kebanyakan orang berpindah dari batu bara ke pelet kayu karena pemanfaatan biomassa yang aman dan ramah bagi lingkungan. Namun, ternyata pelet tersebut memiliki keunggulan lain yang memicu orang membeli dan memakainya. Kira-kira apa saja keunggulannya?
1. Pengefisienan Energi
Penyebab panas yang konsisten oleh pelet kayu adalah dari tingkat energi yang tinggi di dalamnya. Contohnya, saat pelet tersebut terbakar dalam tungku atau kompor, pelet kemudian menghasilkan suhu yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi pemanas ruangan pada musim dingin.
Pengefisienan energi tersebut dapat mengurangi biaya energi. Selain itu, dengan efisiensi yang tinggi, berarti dapat menggunakan jumlah pelet yang lebih sedikit hingga mencapai suhu yang sama dengan bahan bakar fosil lainnya. Hal tersebut menghasilkan penghematan dalam jangka panjang.
2. Penghematan Biaya
Pergantian bahan bakar dari sumber energi tak terbarukan ke sumber energi terbarukan, dalam konteks ini adalah pelet kayu, dapat menghemat finansial yang signifikan. Walaupun dibutuhkan investasi dalam peralatan pelet kayu seperti mesin pellet biomassa, harga penjualan dari pelet akan cenderung stabil sehingga bisa mendapat untung pula.
Pemerintah daerah memiliki program insentif dan dukungan keuangan untuk mendukung penggunaan sumber energi terbarukan. Fasilitas tersebut dapat kamu manfaatkan untuk bisnis pelet kayu.
3. Penyimpanan dan Penggunaan Mudah
Bentuk dari pelet kayu seragam sehingga membuatnya lebih mudah dalam penyimpanan dan penggunaannya. Jika disimpan di dalam ruang terbatas, pelet ini akan tetap aman dari kerusakan. Selain itu, sistem pemanasan dengan pelet tersebut kerap dilengkapi dengan otomatisasi yang mudah penggunaannya. Pengaturan suhu dan waktu pemakaiannnya mirip dengan termostat rumah.
4. Perlindungan bagi Lingkungan
Pelet kayu terbuat dari bahan bakar biomassa yang bisa diperbarui seperti limbah kayu, atau jerami. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut adalah untuk mengurangi emisi karbon. Hal tersebut merupakan langkah yang positif dalam mengurangi dampak terhadap perubahan iklim global.
5. Pengurangan Polusi
Penggunaan pelet kayu bisa mengurangi polusi udara baik di dalam maupun di luar ruangan. Pembakaran pelet ini menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil sehingga kualitas udara dapat membaik dan lebih bersih. Pengurangan emisi karbon ini berkontribusi pada upaya untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim.
Peluang Bisnis
Indonesia mempunyai potensi untuk menghasilkan pelet kayu kemudian mengembangkannya menjadi sebuah bisnis. Bisnisnya bisa dilakukan dengan mengekspor pelet tersebut. Pabrik pelet kayu di Indonesia kerap mengekspor hasilnya ke luar negeri padahal Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara yang ditumbuhi pepohonan.
Garis khatulistiwa melewati Indonesia sehingga menjadikannya negara tropis. Oleh karena itu, wilayah-wilayah di Indonesia kerap terpapar matahari yang kemudian banyak tumbuh pohon sepanjang waktu. Tanaman yang selama ini dikembangkan di Hutan Tanaman Industri (HTI) seperti jenis Akasia (Acacia mangium) dan Ekaliptus (Eucalyptus spp.) bisa mencapai diameter 30 cm hanya dalam waktu lima tahun. Sedangkan jenis yang sama jika ditanam di iklim subtropis membutuhkan waktu 40-60 tahun.
Keunggulan tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan dengan optimal dengan memulai bisnis pelet kayu. Jika kamu tertarik untuk membuat pelet kayu, kamu bisa mengunjungi zvezda.id sebagai penyedia mesin pelet terpercaya.
